BAB 1
PENDAHULUAN
Kerajinan bambu adalah sebuah bisnis
yang memanfaatkan bahan dari alam yang ada di sekitar rumah. Kerajinan bambu
ini digunakan sebagai mata pencaharian utama sekaligus dijadikan sebagai
bisnis. Bisnis kerajinan bambu ini telah berlangsung sejak lama dan masih
berjalan hingga sekarang. Sebagian orang mungkin berfikiran batangan-batangan
pohon bambu hanya bisa dipergunakan sebagai bahan membuat kandang ayam ,
bangunan rumah atau sejenisnya.
Tetapi ternyata bahan bambu bisa
disulap menjadi kerajinan yang bernilai seni tinggi selain juga memiliki nilai
fungsi tertentu. Selain itu bisnis kerajina bambu ternyata mampu menghidupi
banyak keluaarga. Aneka peralatan rumah tangga memang sudah banyak kita jumpai
menggunakan bahan dasar bambu ini. Dengan Kerajinan bamboo ini ternyata
menjanjikan peluang bisnis yang cukup lumayan.
BAB 2
ISI
Kerajinan bambu adalah peluang
bisnis yang menguntungkan. Perkembangan zaman belum tentu selalu meninggalkan
produk hasil perkembangan tempo dulu. Kerajinan bambu salah satunya.
Walaupun bisnis kerajinan bambu ini masih berjalan sampai sekarang, namun
perkembangannya tidak pesat. Kerajinan bambu ini dapat dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari, mulai dari tambir untuk membersihkan beras dan
gorong-gorong untuk tempat sampah atau tempat baju kotor ataupun kerei sebagai
hiasan. Beberapa jenis hasil dari kerajinan bambu diantaranya adalah anyaman
bambu (bermotif dan polos), kalo, cething (tempat pensil), tempat tissue,
tempat buah, tempat nasi dan masih banyak lagi.
Beberapa keuntungan menjalankan peluang bisnis kerajinan
bambu:
- Bahan baku mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau.
- Kerajinan bambu adalah salah satu bisnis yang memanfaatkan sumber daya yang ada.
- Meningkatkan kreatifitas
- Bisnis yang ramah lingkungan
Untuk membuat kerajinan bambu ini
terkadang harus membeli bambu yang sesuai. Dalam pembuatan tambir, untuk satu
batang bambu dengan panjang sekitar 4 m yang dibeli dengan harga Rp 7.500 dapat
diproduksi lebih kurang 30 tambir. Pembuatan 30 tambir tersebut dapat
diselesaikan selama 2 hari oleh dua orang pekerja. Jika harga jual satu buah
tambir Rp 2.700 dan biaya produksi diperkirakan Rp 1.000 per tambir, pendapatan
perajin per tambir sebesar Rp 1.700. Dalam waktu satu bulan perajin bambu bisa
memperoleh pendapatan dari usahanya tersebut sebesar Rp 765.000. Bila home
industry ini mempekerjakan lebih dari 2 orang tenaga kerja, dapat diperkirakan
bahwa usaha ini mampu menghidupi seluruh anggota keluarga.
Pemasaran
Sebagai strategi pemasaran yang
dijalankan adalah pemasaran melalui internet dengan system e-commerce juga
jejaring sosial. Pembuatan website atau blog akan memudahkan dunia luar
dapat membeli atau mempelajari mengenai dunia kerajinan bambu. Keberadaan
internet membuat batas batas geografis nyaris tidak berarti. Era internet
memunculkan perusahaan yang menamakan dirinya perusahaan E-Business. Dengan
pemasaran via internet, yang tidak menutup kemungkinan bahwa penikmatnya adalah
seluruh pengguna internet di seluruh dunia. Peluang lain yang dapat diambil
adalah diferensiasi produk. Diferensiasi produk dapat berasal dari berbagai
faktor, antara lain kualitas produk, dan desain produk yang istimewa.
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan demikian, kerajinan bambu adalah sebuah home industry
business yang memanfaatkan sumber daya alam dan merupakan bisnis yang ramah
lingkungan, terbukti dari limbah yang dihasilkan tidak memberikan dampak apa
pun. Dengan letak geografis yang menghambat pemasaran kerajinan bambu saat ini,
maka dengan adanya jaringan internet akan mempermudah pemasaran kerajinan
bamboo secara online yang menjadikan batas-batas geografis menjadi tidak
berarti. Pemasaran secara manual harus ditinggalkan, dan melakukan pemasaran
dengan memanfaatkan via internet adalah batu loncatan untuk mengembagkan
peluang bisnis kerajinan bambu. Namun selain itu, harus kita perhatikan pula
mengenai diverensiasi dan kreatifitas produk agar dapat meningkatkan laba,
pemasaran, serta meningkatkan daya saing.
DAFTAR PUSTAKA