Akuntansi Keuangan Lanjut
Nama Kelompok :
·
Anggun Melissa
·
Ferdinan Chico S
·
Nadya Chaerunissa
·
Rani Ramadhani
·
Rahmat Supriadi
·
Rizky Agung Saputra
·
Sigit Purnomo
Kelas : 3 EB 37
Materi Bab 5&6 :
·
Mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan konsolidasian pada tanggal
kombinasi bisnis apabila terdapat kepentingan non pengendali.
·
Mahasiswa memahami karakteristik Perusahaan Cabang.
·
Mahasiswa memahami Sistem Akuntansi untuk Perusahaan Cabang.
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
A. Pengertian Umum
Laporan Keuangan Konsolidasi
adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk
perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas
yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan
satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.
Dari pengertian umum diatas,dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan
Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki
kontrol terhadap perusahaan lain, dan sebaliknyalaporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan apabila satu perusahaan
tidak memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Artinya, jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka
adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat
laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan,
ditambahkan atau yang sejenisnya. Jadi, tidak ada maksud untuk membuat sebuah
laporan keuangan konsolidasi.
B. Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Adapun maksud dan
tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan
gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari
satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang
berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak
boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada
substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Dalam PSAK No. 4, Paragraf 4 penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi oleh
induk Perusahaan bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemakai
Laporan Keuangan mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dalam
kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
C. Manfaat Laporan Keuangan
Konsolidasi
1. Dapat memberikan gambaran yang
jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali
induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana
lainnya.
2. Dapat memberikan informasi
terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari
entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk
entitas konsolidasi.
Perlu disadari, Disamping memberi
manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang
tidak baik, antara lain:
1. Dapat menyembunyikan kinerja
perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.
2. Tidak semua saldo laba ditahan
konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.
3. Rasio keuangan berdasarkan
laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas
yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.
4. Beberapa akun tidak dapat
seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang
5. Banyaknya informasi tambahan yang
dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.
D. Sifat-Sifat
Laporan Keuangan Yang Dikonsolidasikan
1. Laporan keuangan konsolidasi adalah
model laporan akuntansi untuk menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan
dua atau lebih perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas pemilikan dan
pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak dilakukan.
2. Dalam menyusun neraca konsolidasi
untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak ini dipandang seakan-akan
sebagai cabang; aktiva dan kewajiban masing-masing perusahaan anak digabungkan
dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk; pos-pos silang yang tidak
mempunyai arti penting apabila kesatuan usaha bersangkutan dipandang sebagai
kesatuan usaha tunggal harus dihapuskan.
3. Neraca perusahaan induk yang
melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak
yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal
saham
E. Masalah-Masalah
Umum Yang Dihadapi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Ada beberapa masalah umum yang senantiasa timbul di dalam rangka
penyusunanneraca konsolidasi. Masalah-masalah tersebut antara lain timbul dan
dipengaruhi oleh :
1. Periode di
mana laporan / neraca konsolidasi tersebut disusun.
Misalnya : penyusunan neraca konsolidsi sesaat setelah terjadi pemilikan
saham-saham, berbeda dengan neraca konsolidasi yang disusun satu tahun
(periode) kemudian berhubung telah terjadinya perubahan-perubahan di dalam
pos-pos neraca.
2. Jumlah
saham yang dimiliki oleh perusahaan induk, dan harga perolehan (pengorbanan)
yang telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut.
Misalnya : penyusunan neraca knsolidasi di mana saham-saham dibeli dengan
harga di atas nilai bukunya berbeda dengan penyusunan neraca konsoidasi apabila
saham-saham diperoleh dengan harga yang sama dan kurang dari nilai bukunya.
Referensi :
Floyd A. Beams-Amir Abadi Yusuf. (2000). Akuntansi Kuangan Lanjutan di Indonesia. Buku Satu. Jakarta : Salemba Empat.
AKUNTANSI PERUSAHAAN CABANG
A. Pengertian Perusahaan Cabang
Suatu perusahaan dalam rangka memperluas usahanya terutama untuk meningkatkan kegiatan operasi penjualan, dapat membuka kantor cabagn ditempat yang berbeda. Kantor cabang dapat dipandang sebagai perusahaan yang berdiri sendidi, tetapi sebetulnya semua kegiatan diawasi oleh kantor pusat. Ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan oleh kantor pusat harus ditaati oleh kantor cabang.
Kebutuhan dana dan barang dagangan kantor cabang biasanya dikirim dari kantor pusat. Namun kantor cabang juga diberi wewenang untuk membeli barang dagangan dari pihak lain, melakukan penjualan kredit, dan melakukan transaksi keuangan lainnya.
Ciri-ciri perusahaan bercabang, yaitu:
Suatu perusahaan dalam rangka memperluas usahanya terutama untuk meningkatkan kegiatan operasi penjualan, dapat membuka kantor cabagn ditempat yang berbeda. Kantor cabang dapat dipandang sebagai perusahaan yang berdiri sendidi, tetapi sebetulnya semua kegiatan diawasi oleh kantor pusat. Ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan oleh kantor pusat harus ditaati oleh kantor cabang.
Kebutuhan dana dan barang dagangan kantor cabang biasanya dikirim dari kantor pusat. Namun kantor cabang juga diberi wewenang untuk membeli barang dagangan dari pihak lain, melakukan penjualan kredit, dan melakukan transaksi keuangan lainnya.
Ciri-ciri perusahaan bercabang, yaitu:
Barang dagangan
yang diperjualbelikan di kantor pusat dan di kantor cabang biasanya sama atau
sejenis.
kantor pusat dan
kantor cabang letaknya berjauhan
kebijakan dalam
jual beli, periklanan, dan promosi di kantor cabang diatur oleh kantor pusat.
B. Sistem Akuntansi Perusahaan Bercabang
Ada dua sistem
akuntansi yang biasa dipakai perusahaan bercabang, yaitu sistem sentralisasi
dan desentralisasi.
Sistem Sentralisasi
Dalam sistem
sentralisasi, segala pembukuan berada di kantor pusat, sedangkan kantor cabang
hanya memberikan laporan dan mengirimkan seluruh bukti transaksi ke kantor
pusat.
Sistem Desentralisasi
Dalam sistem
desentralisasi, tiap kantor cabang menyelenggarakan sendiri sistem akuntansinya
lengkap dengan buku harian dan buku besarnya. Laporan keuangan tiap kantor
cabang juga disiapkan di kantor cabang yang bersangkutan dan dikirimkan ke
kantor pusat. Dengan demikian, dalam buku besar kantor cabang tidak terdapat
akun modal. Sebagai penggantinya, akun ini dubuka di dalam buku besar kantor
cabang dengan judul "Kantor Pusat" untuk mencatat berapa besar uang
kantor cabang yang berasal dari kantor pusat. Sebagai pasangan dari akun
tersebut, kantor pusat membuka akun dengan judul "Cabang" (misalnya
cabang Yogyakarta) yang mencatat berapa tagihan kantor pusat kepada
kantor cabang.
Pencatatan Transaksi di Cabang
Pada akun kantor
pusat, transaksi-transaksi yang oleh kantor cabang dicatat sebagai debit,
yaitu:
Pengiriman uang,
barang, dan aktiva lainnya dari kantor cabang kepada kantor pusat
kerugian yang
diderita oleh kantor cabang yang bersangkutan
Contoh:
Kantor cabang
Yogyakarta mengirimkan uang tunai ke kantor pusat sebesar Rp 4.500.000
Jurnal Kantor
Cabang:
Kantor Pusat
4.500 -
Kas
- 4.500
Pada akun kantor
pusat, transaksi-transaksi yang oleh kantor cabagn dicatat sebagai kredit,
yaitu:
Semua uang,
barang, dan aktiva lainnya yang diterima oleh kantor cabang yang bersangkutan
Biaya yang
dibebankan oleh kantor pusat
Laba yang
diperoleh dari kantor cabang
Contoh:
Biaya yang telah dibayar kantor pusat dibebankan
kepada kantor cabang Yogyakarta sebesar Rp 200.000
Jurnal Kantor
Cabang:
Biaya Usaha
200 -
Kantor Pusat - 200
Pencatatan
Transaksi di Kantor Pusat
Pada akun kantor
cabang yang dibuat oleh kantor pusat, transaksi yang dicatat sebagai debit,
yaitu:
pengiriman uang,
barang, dan aktiva lainnya ke kantor cabang
pembebanan ke
kantor cabang
laba yang
diperoleh dari kantor cabang
Contoh:
Dikirim uang ke
kantor cabang Yogyakarta sebesar Rp 2.000.000
Jurnal Kantor
Pusat:
Kantor Cab. Yogya
2.000 -
Kas
- 2.000
Pada akun kantor
cabang yang dibuat oleh kantor pusat, transaksi yang dicatat sebagai kredit,
yaitu:
Semua uang,
barang, dan aktiva lainnya yang diterima dari kantor cabang
kerugian yang diderita
oleh kantor cabang yang bersangkutan
Contoh:
Kantro Cabang
Yogyakarta mengirimkan uang tunai ke kantor pusat sebesar 4.500.000
Jurnal Kantor
Pusat:
Kas
4.500
Kantor Cab. Yogya -
4.500
Jadi, antara akun
kantor pusat yang dibuat oleh kantor cabang dan akun kantor cabang yang dibuat
oleh kantor pusat bersifat timbal balik. Oleh karena itu, saldo pada akun kanto
pusat merupakan pertanggungjawaban kantor cabang kepada kantro pusat.
Sebaliknya, saldo yang terdapat pada akun kantor cabang merupakan jumlah
investasi kantor pusat di setiap kantor cabang.
SISTEM AKUNTANSI KANTOR CABANG
Perusahaan-perusahaan
besar atau yang sedang berkembang, selalu berusaha meningkatkan volume
penjualannya. Aspek pemasaran merupakan aspek penting dalam usaha pencapaian
tujuan ini. Oleh karena itu, bagian pemasaran merupakan ujung tombak
keberhasilan suatu perusahaan.
Dalam rangka
memperluas daerah pemasaran, perusahaan melakukan pemetaan wilayah sehingga
dapat diketahui pasar potensial bagi produk atau jasa yang
dihasilkan/ditawarkan. Dengan cara ini dapat diketahui market share (bagian
pasar yang dapat dimasuki)
dari produk atau
jasa yang dihasilkan/ditawarkan perusahaan. Beberapa cara yang dapat digunakan
untuk menangkap peluang dari market share yang sudah diketahui ini antara lain
dengan cara membuka kantor agen atau bahkan membuka kantor cabang.
Pada dasarnya
kantor agen berbeda dengan kantor cabang. Kantor agen hanya berfungsi
mencarikan pembeli atau memperoleh order. Penjualan kepada konsumen dilakukan
langsung oleh kantor pusat. Pembayarannya juga diterima langsung dari konsumen
ke kantor pusat. Kantor cabang mempunyai wewenang yang lebih luas dibandingkan
kantor agen, karena selain berfungsi mencari pembeli kantor cabang dapat
melakukan transaksi penjualan secara langsung kepada konsumen. Wewenang yang
lebih besar lagi adalah kantor cabang dapat membeli barang dagangan dari luar.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar