Jumat, 14 Oktober 2016

Akuntansi Keuangan Lanjut kelompok 6




 
Akuntansi Keuangan Lanjut

Nama Kelompok :
·         Anggun Melissa
·         Ferdinan Chico S
·         Nadya Chaerunissa
·         Rani Ramadhani
·         Rahmat Supriadi
·         Rizky Agung Saputra
·         Sigit Purnomo
Kelas : 3 EB 37
Materi Bab 5&6 :
·         Mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan konsolidasian pada tanggal kombinasi bisnis apabila terdapat kepentingan non pengendali.
·         Mahasiswa memahami karakteristik Perusahaan Cabang.
·         Mahasiswa memahami Sistem Akuntansi untuk Perusahaan Cabang.





















LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI


A.    Pengertian Umum
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.
Dari pengertian umum diatas,dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain, dan sebaliknyalaporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan apabila satu perusahaan tidak memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Artinya jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. Jadi, tidak ada maksud untuk membuat sebuah laporan keuangan konsolidasi.

B.     Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Dalam PSAK No. 4, Paragraf 4 penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi oleh induk Perusahaan bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemakai Laporan Keuangan mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dalam kelompok tersebut merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
C.     Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
1.     Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.
2.     Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.
Perlu disadariDisamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang tidak baik, antara lain:
1.      Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.
2.      Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.
3.      Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.
4.      Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang
5.      Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.

D.    Sifat-Sifat Laporan Keuangan Yang Dikonsolidasikan
1.      Laporan keuangan konsolidasi adalah model laporan akuntansi untuk menunjukkan pengaruh ekonomi dari penggabungan dua atau lebih perusahaan yang tersendiri, yang didasarkan atas pemilikan dan pengendalian bersama meskipun peleburan secara hukum tidak dilakukan.
2.      Dalam menyusun neraca konsolidasi untuk perusahaan induk dan anak, perusahaan anak ini dipandang seakan-akan sebagai cabang; aktiva dan kewajiban masing-masing perusahaan anak digabungkan dengan aktiva dan kewajiban perusahaan induk; pos-pos silang yang tidak mempunyai arti penting apabila kesatuan usaha bersangkutan dipandang sebagai kesatuan usaha tunggal harus dihapuskan.
3.      Neraca perusahaan induk yang melaporkan saham perusahaan anak sebagai investasi, dan neraca perusahaan anak yang melaporkan kepentingan yang dipegang oleh perusahaan induk sebagai modal saham

E.     Masalah-Masalah Umum Yang Dihadapi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Ada beberapa masalah umum yang senantiasa timbul di dalam rangka penyusunanneraca konsolidasi. Masalah-masalah tersebut antara lain timbul dan dipengaruhi oleh :
1.      Periode di mana laporan / neraca konsolidasi tersebut disusun.
Misalnya : penyusunan neraca konsolidsi sesaat setelah terjadi pemilikan saham-saham, berbeda dengan neraca konsolidasi yang disusun satu tahun (periode) kemudian berhubung telah terjadinya perubahan-perubahan di dalam pos-pos neraca.
2.      Jumlah saham yang dimiliki oleh perusahaan induk, dan harga perolehan (pengorbanan) yang telah dikeluarkan untuk memperoleh saham tersebut.
Misalnya : penyusunan neraca knsolidasi di mana saham-saham dibeli dengan harga di atas nilai bukunya berbeda dengan penyusunan neraca konsoidasi apabila saham-saham diperoleh dengan harga yang sama dan kurang dari nilai bukunya.

Referensi :
Floyd A. Beams-Amir Abadi Yusuf. (2000). Akuntansi Kuangan Lanjutan di IndonesiaBuku Satu. Jakarta : Salemba Empat.   



































AKUNTANSI PERUSAHAAN CABANG

A. Pengertian Perusahaan Cabang

Suatu perusahaan dalam rangka memperluas usahanya terutama untuk meningkatkan kegiatan operasi penjualan, dapat membuka kantor cabagn ditempat yang berbeda. Kantor cabang dapat dipandang sebagai perusahaan yang berdiri sendidi, tetapi sebetulnya semua kegiatan diawasi oleh kantor pusat. Ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan oleh kantor pusat harus ditaati oleh kantor cabang.
Kebutuhan dana dan barang dagangan kantor cabang biasanya dikirim dari kantor pusat. Namun kantor cabang juga diberi wewenang untuk membeli barang dagangan dari pihak lain, melakukan penjualan kredit, dan melakukan transaksi keuangan lainnya.

Ciri-ciri perusahaan bercabang, yaitu:
Barang dagangan yang diperjualbelikan di kantor pusat dan di kantor cabang biasanya sama atau sejenis.
kantor pusat dan kantor cabang letaknya berjauhan
kebijakan dalam jual beli, periklanan, dan promosi di kantor cabang diatur oleh kantor pusat.
B. Sistem Akuntansi Perusahaan Bercabang
Ada dua sistem akuntansi yang biasa dipakai perusahaan bercabang, yaitu sistem sentralisasi dan desentralisasi.
Sistem Sentralisasi
Dalam sistem sentralisasi, segala pembukuan berada di kantor pusat, sedangkan kantor cabang hanya memberikan laporan dan mengirimkan seluruh bukti transaksi ke kantor pusat.
Sistem Desentralisasi
Dalam sistem desentralisasi, tiap kantor cabang menyelenggarakan sendiri sistem akuntansinya lengkap dengan buku harian dan buku besarnya. Laporan keuangan tiap kantor cabang juga disiapkan di kantor cabang yang bersangkutan dan dikirimkan ke kantor pusat. Dengan demikian, dalam buku besar kantor cabang tidak terdapat akun modal. Sebagai penggantinya, akun ini dubuka di dalam buku besar kantor cabang dengan judul "Kantor Pusat" untuk mencatat berapa besar uang kantor cabang yang berasal dari kantor pusat. Sebagai pasangan dari akun tersebut, kantor pusat membuka akun dengan judul "Cabang" (misalnya cabang Yogyakarta)  yang mencatat berapa tagihan kantor pusat kepada kantor cabang.
Pencatatan Transaksi di Cabang
Pada akun kantor pusat, transaksi-transaksi yang oleh kantor cabang dicatat sebagai debit, yaitu:
Pengiriman uang, barang, dan aktiva lainnya dari kantor cabang kepada kantor pusat
kerugian yang diderita oleh kantor cabang yang bersangkutan
Contoh: 
Kantor cabang Yogyakarta mengirimkan uang tunai ke kantor pusat sebesar Rp 4.500.000
Jurnal Kantor Cabang:
Kantor Pusat         4.500      -
     Kas                     -       4.500
Pada akun kantor pusat, transaksi-transaksi yang oleh kantor cabagn dicatat sebagai kredit, yaitu:
Semua uang, barang, dan aktiva lainnya yang diterima oleh kantor cabang yang bersangkutan
Biaya yang dibebankan oleh kantor pusat
Laba yang diperoleh dari kantor cabang
Contoh:
 Biaya yang telah dibayar kantor pusat dibebankan kepada kantor cabang Yogyakarta sebesar Rp 200.000
Jurnal Kantor Cabang:
Biaya Usaha          200   -
     Kantor Pusat      -     200

Pencatatan Transaksi di Kantor Pusat
Pada akun kantor cabang yang dibuat oleh kantor pusat, transaksi yang dicatat sebagai debit, yaitu:
pengiriman uang, barang, dan aktiva lainnya ke kantor cabang
pembebanan ke kantor cabang
laba yang diperoleh dari kantor cabang
Contoh:
Dikirim uang ke kantor cabang Yogyakarta sebesar Rp 2.000.000
Jurnal Kantor Pusat:
Kantor Cab. Yogya     2.000     -
     Kas                            -     2.000
Pada akun kantor cabang yang dibuat oleh kantor pusat, transaksi yang dicatat sebagai kredit, yaitu:
Semua uang, barang, dan aktiva lainnya yang diterima dari kantor cabang
kerugian yang diderita oleh kantor cabang yang bersangkutan
Contoh:
Kantro Cabang Yogyakarta mengirimkan uang tunai ke kantor pusat sebesar 4.500.000
Jurnal Kantor Pusat:
Kas                                    4.500
     Kantor Cab. Yogya          -        4.500
Jadi, antara akun kantor pusat yang dibuat oleh kantor cabang dan akun kantor cabang yang dibuat oleh kantor pusat bersifat timbal balik. Oleh karena itu, saldo pada akun kanto pusat merupakan pertanggungjawaban kantor cabang kepada kantro pusat. Sebaliknya, saldo yang terdapat pada akun kantor cabang merupakan jumlah investasi kantor pusat di setiap kantor cabang.
SISTEM AKUNTANSI KANTOR CABANG
Perusahaan-perusahaan besar atau yang sedang berkembang, selalu berusaha meningkatkan volume penjualannya. Aspek pemasaran merupakan aspek penting dalam usaha pencapaian tujuan ini. Oleh karena itu, bagian pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan suatu perusahaan.
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, perusahaan melakukan pemetaan wilayah sehingga dapat diketahui pasar potensial bagi produk atau jasa yang dihasilkan/ditawarkan. Dengan cara ini dapat diketahui market share (bagian pasar yang dapat dimasuki)
dari produk atau jasa yang dihasilkan/ditawarkan perusahaan. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menangkap peluang dari market share yang sudah diketahui ini antara lain dengan cara membuka kantor agen atau bahkan membuka kantor cabang.
Pada dasarnya kantor agen berbeda dengan kantor cabang. Kantor agen hanya berfungsi mencarikan pembeli atau memperoleh order. Penjualan kepada konsumen dilakukan langsung oleh kantor pusat. Pembayarannya juga diterima langsung dari konsumen ke kantor pusat. Kantor cabang mempunyai wewenang yang lebih luas dibandingkan kantor agen, karena selain berfungsi mencari pembeli kantor cabang dapat melakukan transaksi penjualan secara langsung kepada konsumen. Wewenang yang lebih besar lagi adalah kantor cabang dapat membeli barang dagangan dari luar.
Referensi:


Akuntansi keuangan lanjut kelompok 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar